1. Apa itu Indeks Dolar (DXY)?
Indeks Dolar AS dibuat pada tahun 1973 oleh Federal Reserve Amerika Serikat, tak lama setelah sistem Bretton Woods runtuh dan mata uang mulai mengambang bebas. DXY mengukur nilai dolar AS dalam istilah relatif terhadap sekeranjang enam mata uang asing.
Komposisi DXY (Bobot)
Sekeranjang DXY belum diperbarui sejak 1999, yang memicu kritik tentang relevansinya di abad ke-21:
| Mata Uang | Kode | Bobot |
|---|---|---|
| Euro | EUR | 57.6% |
| Yen Jepang | JPY | 13.6% |
| Pound Sterling | GBP | 11.9% |
| Dolar Kanada | CAD | 9.1% |
| Krona Swedia | SEK | 4.2% |
| Franc Swiss | CHF | 3.6% |
Catatan penting: Euro mendominasi dengan hampir 58% dari indeks, yang berarti DXY sebagian besar merupakan cerminan terbalik dari EUR/USD. Ketika euro melemah, DXY naik secara dramatis.
Kesimpulan
Indeks Dolar adalah denyut nadi sistem keuangan global. Bagi pedagang komoditas pertanian seperti kopi dan kakao, mengabaikan DXY seperti menavigasi tanpa kompas: Anda mungkin sampai di tujuan, tetapi itu karena keberuntungan, bukan keahlian.
Korelasi terbalik antara DXY dan komoditas tidaklah sempurna atau konstan, tetapi cukup kuat untuk menjadi alat prediksi yang berharga. Pedagang kopi terbaik tidak hanya memahami cuaca, penawaran, dan permintaan, tetapi juga selalu memantau DXY, suku bunga Fed, dan arus modal global.
Di IntCoff.com kami mengintegrasikan analisis Indeks Dolar ke dalam liputan pasar kopi dan kakao kami, karena kami memahami bahwa di dunia yang saling terhubung saat ini, semuanya saling berkaitan. Dolar menggerakkan gunung... dan juga menggerakkan harga kopi yang Anda minum setiap pagi.
Tetap terinformasi, pantau DXY, dan pastikan perdagangan Anda selalu searah dengan angin makroekonomi.